Monday, February 18, 2013

Rumahku Masjidku

Rumah adalah tempat tinggal, berteduh, istirahat dan markas hidup. Sedangkan masjid adalah rumah ibadah. Bisakah keduanya disatukan? Membawa rumah ke masjid jelas tidak mungkin, lha iya, masak mau tinggal di masjid bersama keluarga, gak mungkin. Jika demikian maka yang mungkin adalah membawa masjid ke rumah, maksudnya aktifitas masjid kita alihkan ke rumah, memang tidak semuanya, karena kalau semuanya, maka masjid kehilangan fungsi, akan tetapi hanya sebagian saja yang mungkin kita rumahkan.

RUMAH SEBAGAI TEMPAT SHALAT

Shalat sebagai ibadah mulia dan agung dalam Islam, ia harus diperhatikan oleh setiap muslim. Hendaknya seorang muslim tidak mengharamkan rumahnya dari kebaikan dan keberkahan ibadah yang agung ini. Caranya yaitu dengan melaksanakan shalat di rumah. Melaksanakan shalat di rumah bagi wanita (istri dan anak-anak perempuan) adalah jelas karena rumah adalah tempat terbaik bagi mereka, bagi laki-laki (suami dan anak-anak laki-laki) adalah dengan melaksanakan shalat-shalat sunnah di dalamnya karena untuk shalat wajib bagi laki-laki tempatnya adalah masjid. Firman Allah,

“Dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman." (Yunus: 87).

Ibnu Abbas berkata, “Menjadikan rumah sebagai kiblat, maksudnya adalah menjadikan rumah sebagai masjid (tempat shalat).”

Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda,

“Apabila salah seorang dari kalian shalat di masjidnya maka hendaknya dia memberi bagian dari shalatnya kepada rumahnya karena Allah Azza wa Jalla menjadikan kebaikan di rumahnya karena shalatnya.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Itban bin Malik bahwa dia berkata kepada Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam, “Aku sangat ingin wahai Rasulullah, engkau datang kepadaku dan shalat di dalam rumahku sehingga aku menjadikannya sebagai mushalla (tempat shalat).” Ia berkata, Maka Rasulullah bersabda kepadanya, “Akan aku lakukan insya Allah.” Itban berkata, “Maka berangkatlah Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar ketika siang nampak meninggi, maka Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam meminta izin, lalu aku mengizinkan kepada beliau, beliau tidak duduk sebelum masuk ke dalam rumah, lalu beliau berkata, “Di mana engkau suka aku melakukan shalat dari rumahmu?” Ia berkata, “Maka aku tunjukkan kepada beliau suatu arah dari rumahku, maka Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam berdiri kemudian bertakbir, lalu kami semua berdiri membentuk barisan dan Nabi shallallohu 'alaihi wasallam shalat dua rakaat kemudian salam.”

RUMAH TEMPAT MEMBACA AL-QUR`AN

Membaca al-Qur`an secara umum diperintahkan termasuk membacanya di rumah karena bacaan al-Qur`an di rumah menghadirkan keberkahan dan rahmat, khususnya jika yang dibaca di rumah adalah surat Al-Baqarah maka rumah akan terlindungi dari sumber keburukan yaitu setan. Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda,

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan! Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” Diriwayatkan oleh Muslim.

RUMAH TEMPAT BERDZIKIR

Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam dalam hadits di atas melarang menjadikan rumah sebagai kuburan, yakni berdzikirlah di rumahmu supaya rumahmu tidak menjadi kuburan, di samping kuburan adalah tempat orang mati dan rumah yang tidak ada dzikir kepada Allah di dalamnya adalah mati, hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallohu 'alaihi wasallam,

“Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya adalah (laksana) perumpamaan antara yang hidup dengan yang mati.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari sini seorang muslim harus menjadikan rumahnya sebagai tempat berbagai bentuk dzikir yang disyariatkan baik dzikir hati maupun lisan, dzikir umum maupun dzikir khusus misalnya shalawat, dzikir pagi dan petang, membaca hadits-hadits Nabi shallallohu 'alaihi wasallam, membaca buku-buku agama yang bermanfaat dan sebagainya.

Termasuk menjadikan rumah sebagai tempat berdzikir adalah menjaga doa-doa dan sunnah yang disyariatkan khusus terkait dengan rumah. Sebagai contoh adalah dzikir pada saat masuk rumah dan ketika makan. Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda,

“Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya kemudian menyebut nama Allah Ta'ala ketika dia masuk dan ketika dia makan, setan berkata, ‘Kamu tidak punya (jatah) tempat tidur dan tidak pula (jatah) makan di sini.’ Dan jika ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika ia masuk, maka setan berkata, ‘Kamu mendapatkan (jatah) tempat tidur.’ Dan jika tidak(menyebut) nama Allah ketika makan, setan berkata, ‘Kamu mendapat (jatah) tempat tidur dan makan’.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Termasuk doa-doa yang terkait dengan aktifitas harian di rumah seperti doa hendak buang hajat, doa hendak tidur dan bangun darinya dan lain-lain.

RUMAH TEMPAT MAJLIS ILMU

Salah satu bentuk tanggung jawab pemimpin rumah tangga adalah menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai Islam kepada anggota keluarganya agar mereka mengamalkannya dengan dasar ilmu yang benar. Hal ini salah satunya adalah dengan mengadakan majlis ilmu di rumah secara periodik, misalnya mingguan atau dua mingguan atau paling tidak bulanan. Bapak atau suami bisa menunaikan tugas ini sendiri, tentu dia harus membekali diri terlebih dahulu dengan ilmu yang memadai atau kalau bapak merasa belum mampu, dia bisa menghadirkan seorang muallim atau ustadz untuk kepentingan ini, hadirnya orang shalih yang berilmu ke rumah Anda sudah merupakan keberkahan tersendiri bagi Anda dan keluarga lebih-lebih orang-orang tersebut hadir demi ilmu. Pembawa minyak wangi kepada Anda, minimal Anda akan mencium aroma harum darinya. Anda tentu tidak mau kan kalau yang masuk rumah Anda adalah orang buruk lagi bodoh? firman Allah,

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan." (Nuh: 28). Wallahu a'lam.

Sumber
Read More

Sunday, February 17, 2013

Seni Menghibur Isteri

Seorang suami masuk menemui isterinya, ternyata ia dapatkan isterinya sedang menangis sedih..

Suami duduk di sampinya seraya memandang isterinya dan berkata:
“Wahai isteriku, tahukah kamu, bahwa kamu adalah wanita tercantik nomer dua di dunia!”

Sang isteri tersenyum seraya bertanya dengan penuh keheranan:
“Terus, siapa yang nomer satu?”

Suaminya menjawab:
“Kamu ketika tersenyum!”

Uhibbuki ya Zaujati, barokalloh fiik..

Sumber
Read More

Saturday, February 2, 2013

Mengajarkan Sopan Santun pada Anak

2013-01-17_0001-300x202
Disadur dari Wolipop.com - Sopan santun adalah hal yang harus ditanamkan sejak kecil. Dengan tahu cara menjaga perilaku, orang-orang di sekitar anak Anda akan melihatnya sebagai pribadi yang baik. Hal ini dapat membuat anak merasa lebih percaya diri saat harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Bagaimana cara mengajarkan sopan santun pada anak? Ini tipsnya, seperti dilansir The Parents Zone.

1. Mulailah Sejak Kecil
Jangan berikan alasan kepada anak untuk tidak memiliki sopan santun hanya karena usianya yang masih kecil. Ajarkan ia mengenai sopan santun sedini mungkin. Dari saat anak Anda dapat berbicara, ajarkan mereka untuk mengatakan "Terima kasih" atau "Maaf". Semakin dini Anda memperkenalkan sopan santun kepada anak Anda, maka akan semakin baik agar sikap sopan tumbuh bukan menjadi sebuah keterpaksaan. Tapi memang menjadi sifat dasarnya.
2. Berikan Contoh
Anak-anak belajar melalui apa yang mereka lihat. Karena itu, tunjukkan anak Anda bagaimana cara bersikap yang baik. Anda juga harus melakukan apa yang Anda suruh mereka lakukan, hal ini akan menjadi contoh baik untuk anak Anda tiru nantinya.
3. Sabar
Jangan khawatir atau marah ketika si kecil tidak langsung melakukan apa yang Anda minta. Anak Anda tidak akan berhasil hanya dalam waktu satu hari. Berikanlah waktu untuknya mencerna apa yang Anda maksud. Hal ini akan memakan waktu lama, tapi Anda harus dapat bersabar dan tetap konsisten menerapkan apa yang harus dilakukan atau dikatakan dan apa yang tidak.
4. Tidak Dapat Dinegosiasikan
Beberapa tata krama dan sopan santun mau tak mau harus dilakukan oleh anak Anda. Seperti jangan menggigit orang lain atau berteriak di tempat umum. Jangan biarkan anak berpikir hal-hal tersebut boleh dilakukan. Ajarkan kepadanya bahwa hal-hal seperti berterima kasih, kesopanan, menunggu giliran serta menyapa orang lain adalah hal yang harus dilakukan. Berilah pengertian bahwa hak dan kewajiban saling berhubungan. Jika ia ingin mendapatkan hak, maka ia harus melaksanakan kewajibannya.

Sumber
Read More

Mengatasi Anak Sulit Makan

Kita  selalu mendengar banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya sulit makan. Hanya sebagian kecil yang mempunyai anak dengan tidak memiliki masalah makan.  tidak tahu bagaimana setiap keluarga yang pada akhirnya bisa mengatasi masalah makan anaknya. Sebagian dari mereka menemukan anaknya bisa makan  ketika mulai masuk sekolah. Tapi  tetap sebagian anak mengalami kesulitan ini walaupun anak sudah masuk sekolah.

Untuk menyelesaikan masalah ini, sekalian dalam rangka berobat ke dokter, mereka meminta vitamin peningkat nafsu makan.  Amat bingung bagi saya sebagai dokter untuk menyampaikan bahwa sebenarnya bukan itu obat untuk membuat anak bisa makan dengan teratur.  Anakku yang berusia 5,5 tahun sudah sempat beberapa kali mengkonsumsi  vitamin, akan tetapi jarang sekali dia bisa makan teratur tiga kali sehari. Paling hanya satu atau dua kali sehari. Bahkan bisa tidak mau makan seharian.  Hal ini benar-benar berpengaruh buruk yang menyebabkan anak saya masuk ke berat badan kurang alias kurang energi protein (KEP).  Hal yang membuat perasaan saya benar-benar tertekan karena saya seorang dokter yang seharusnya amat sangat mengerti bahwa asupan nutrisi yang cukup itu amat sangat penting.


Oleh karena itu, saya harus menyelesaikan masalah ini. Saya meneliti apa saja hal-hal yang membuat anak  menolak makan. Ada beberapa hal yang  dapatkan :
  1. Menu tidak sesuai dengan seleranya
  2. Anakku anak yang keras dan tidak suka dipaksa makan
  3. Aku kurang dekat dengan anakku karena kadang-kadang aku memarah-marahinya.
Memang terbiasa menggunakan paksaan untuk membuat anak  melakukan sesuatu.  Kurang pintar membujuk.
  1. Pembantuku juga tak sabaran membujuk anakku karena anaknya keras. Jika disuruh makan suka marah-marah.
  2. Suamiku juga kurang dekat dengan anakku dan susah membuatnya menurut
  3. Setelah diperiksa rontgen dan tes kulit, ternyata anakku terkena TBC. Setelah di terapi TBC, ada beberapa anak yang langsung meningkat pesat nafsu makan dan sekaligus berat badannya. Akan tetapi anakku tidak banyak berubah, tetap sulit makan tapi berat badannya bisa naik sedikit.
Acara makan merupakan tugas terberat harianku dibandingkan tugas mengurus rumah, menyuruh anak mandi, apalagi hanya sekedar kerja praktek atau kerja di kantor.  stress karena takut membahayakan kesehatan anak.

Aku ternyata akhirnya bisa membuat anakku makan sekarang. Dan kuncinya hanya beberapa hal :  mendengarkan, mendekatkan diri ke anak, membuat acara makan menyenangkan, kebebasan menentukan dan bertanggung jawab terhadap menu pilihan, pujian, dan acara akan bersama yang penuh kegembiraan dan kasih sayang.

Saya ingin menjelaskan lebih detil tentang hal ini, akan tetapi amat sangat sulit. Karena  harus mengubah pola berpikir orang tua tentang pola asuh anak. Karena tanpa memahami dan menerapkan pola asuh anak yang benar, kunci-kunci di atas tak akan bisa dikerjakan sehingga kita akan mengalami masalah kesulitan makan anak yang berkepanjangan.

Mengubah pola asuh?? Iya, memang harus mengubah pola asuh. Pola asuh dari suka memarahi, menjadi suka mendengarkan. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman dengan orang tuanya dan mau menurut. Pola asuh dengan pujian yang membuat anak terpacu, dan menghindari kata ejekan dan kata lain yang bersifat negatif. Bagaimana membuat acara makan yang menyenangkan kalau orang tua masih tak menyempatkan waktunya untuk melaksanakan kewajiban mengasuh anaknya dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. Selain itu, pembantu juga harus berubah dan melaksanakan hal serupa.

Jadi,  pada anak  saya ini sangat efektif untuk membuatnya mau makan hanya dalam dua minggu. Ini adalah salah satu jalan dari banyak teori tentang membuat anak mau makan.

Sumber
Read More

© 2013 Rindu Sakinah, AllRightsReserved.

Planted by Rhedo